Rabu, 29 April 2015
Jumat, 07 Maret 2014
Selasa, 30 Juli 2013
fragile
I'm not as strong as you thought, but I'm not as weak as you saw.
There is the current time to pick me up to the hell where everything was grey, except you, baby.
There is the current time to pick me up to the hell where everything was grey, except you, baby.
for you
it's too hard for me to explain my feeling of you.
you're so unpredictable.
you don't know me, so do I.
although every minute I tried to give my best, you still don't realized.
if you could see, what I felt...
blood, blood, tear, tear.
I don't have idea to show what I exactly got.
you never know...
:( :( :(
you're so unpredictable.
you don't know me, so do I.
although every minute I tried to give my best, you still don't realized.
if you could see, what I felt...
blood, blood, tear, tear.
I don't have idea to show what I exactly got.
you never know...
:( :( :(
Jumat, 26 Juli 2013
anak kalonnnggg
"klo suka keluar malam-malam mah kek kalong," kata orang.
entah mengapa orang yang suka keluar malam diumpamakan layaknya seekor kalong.
fix bangat julukan itu bertandang ke gw. secara musim liburan gini.
emang kebiasaan bangat dah dari zaman bahela, klo maen pasti pulang malam bahkan pagi.
gw jg heran kenapa bisa gt yak.
however, I'm so joyful when I spent the time with somebody who I loved!!!
although my mom always get angry with me, it's okay.
I just need to listen her and then passed it by.
thanks for the night which is my lovely wallflower. :) :) :)
entah mengapa orang yang suka keluar malam diumpamakan layaknya seekor kalong.
fix bangat julukan itu bertandang ke gw. secara musim liburan gini.
emang kebiasaan bangat dah dari zaman bahela, klo maen pasti pulang malam bahkan pagi.
gw jg heran kenapa bisa gt yak.
however, I'm so joyful when I spent the time with somebody who I loved!!!
although my mom always get angry with me, it's okay.
I just need to listen her and then passed it by.
thanks for the night which is my lovely wallflower. :) :) :)
Rabu, 17 Juli 2013
ada
ada kala nya hati ini meronta dari penderitaan.
ada waktu nya hati ini mencari tempat persembunyian.
ada masa nya hati ini merintih untuk kenikmatan.
ada waktu nya hati ini mencari tempat persembunyian.
ada masa nya hati ini merintih untuk kenikmatan.
- @minartio -
Sabtu, 06 Juli 2013
pikiran
pikiran tidak selalu hadir dalam rangkaian lisan, tetap bisa juga dengan rangkaian tulisan.
ada kalanya pikiran menutup diri dari jangkauan umum.
itulah alasan mengapa sampai saat ini masih ada ditemukan kasus bunuh diri, sakit jiwa dan kanker, dan perceraian.
pikiran mereka berkutat di suatu tempat.
ada kalanya pikiran menutup diri dari jangkauan umum.
itulah alasan mengapa sampai saat ini masih ada ditemukan kasus bunuh diri, sakit jiwa dan kanker, dan perceraian.
pikiran mereka berkutat di suatu tempat.
Jumat, 05 Juli 2013
thank you...
terima kasih teruntuk Pencipta alam semesta yang memberikan nafas kehidupan kepada saya.
Saya dimampukan untuk bangkit dari ketepurukan semester lalu. Setidaknya ini titik terang dari kegelapan dan kegelaman yang telah saya lalui sebelumnya.
terima kasih untuk kepercayaan dan kesempatan yang telah diberikan selama semester 4 ini.
beberapa semester lagi menuju karir yang sesungguhnya.
God is working in my life!! :) :) :)
Rabu, 19 Juni 2013
ujian kuliah
ujian kuliah merupakan bagian dari ujian kehidupan dan gak kalah beratnya dari daging 80 kg.
emang enak liburan yang menanti ketika ujian kuliah telah usai. namun, tak dipungkiri ujian sekolah di depan mata pun menghantui.
entah mengapa semester ini terasa begitu cepat sekali daripada semester sebelumnya. jujur, semester ini saya menyukai mata kuliah yang saya ambil, meskipun saya harus bertatap muka dengan beberapa pengajar yang kata orang "killer". tak menjadi masalah buat saya.
mata kuliah semester ini sungguh mengasyikkan. saya begitu menikmati setiap bahan ajar yang disampaikan oleh para pengajar.
namun, masih tersimpan rasa getir dalam hati terdalam. bagaimana uas nanti????
I'm not as strong as you see actually, but I'm not fragile.
semester ini mata kuliahnya tak ada yang "terjamin", baik segi penilaian maupun segi penilaian. pahitnya adalah semua nilai "terancam", "unpredictable".
semester sebelumnya, saya masih bisa memperkirakan mata kuliah yang mana yang "aman". kalau semester ini, tidak ada sama sekali. meski terasa nyaman bersama di kelas, belum jaminan mendapatkan terbaik pula.
saya tidak mau lagi banyak berharap seperti sebelumnya yang hanya meninggalkan kenangan, pesan singkat, dan luka.
semester sebelum pula mengajarkan saya untuk tegar dan menatap ke depan. nilai bukan akhir dari kehidupan saya, melainkan pelengkap karir saya.
untuk itu, ujian sekolah, bersahabatlah dengan saya...
harapan hanya sebatas harapan.
fakta berbicara tak demikian...
emang enak liburan yang menanti ketika ujian kuliah telah usai. namun, tak dipungkiri ujian sekolah di depan mata pun menghantui.
entah mengapa semester ini terasa begitu cepat sekali daripada semester sebelumnya. jujur, semester ini saya menyukai mata kuliah yang saya ambil, meskipun saya harus bertatap muka dengan beberapa pengajar yang kata orang "killer". tak menjadi masalah buat saya.
mata kuliah semester ini sungguh mengasyikkan. saya begitu menikmati setiap bahan ajar yang disampaikan oleh para pengajar.
namun, masih tersimpan rasa getir dalam hati terdalam. bagaimana uas nanti????
semester ini mata kuliahnya tak ada yang "terjamin", baik segi penilaian maupun segi penilaian. pahitnya adalah semua nilai "terancam", "unpredictable".
semester sebelumnya, saya masih bisa memperkirakan mata kuliah yang mana yang "aman". kalau semester ini, tidak ada sama sekali. meski terasa nyaman bersama di kelas, belum jaminan mendapatkan terbaik pula.
saya tidak mau lagi banyak berharap seperti sebelumnya yang hanya meninggalkan kenangan, pesan singkat, dan luka.
semester sebelum pula mengajarkan saya untuk tegar dan menatap ke depan. nilai bukan akhir dari kehidupan saya, melainkan pelengkap karir saya.
untuk itu, ujian sekolah, bersahabatlah dengan saya...
harapan hanya sebatas harapan.
fakta berbicara tak demikian...
Jumat, 14 Juni 2013
Love you :)
"mama mah cuma mau ngantar kalian berumah tangga," kata mama.
mama gw cantik ye... Namun, lebih cantika anak nye, alias gw. heheheheh... :)
cita-cita mama yang gw kutip di atas, sungguh dahsyat banget!!!
entah mengapa satu harapan dan kalimat, tapi makna dan usaha nya banyak bangat.
klo setiap ngeliat mama gw, rasa nya senang bangat. kek ngeliat malaikat.
saban hari, pasti ada kata-kata mutiara gitu pas bangun pagi, berangkat kerja, dan mau tidur malam.
"NAR!! BANGUN. MATIIN AC NYA. DULU MAMA JAM 4 PAGI SUDAH BANGUN!!! BACA TOH ALKITAB, SIRAM TANAMAN!!!"
"JANGAN LUPA BERDOA,NAR. CEK KOMPOR SEBELUM KELUAR RUMAH."
"GOSOK GIGI,NAR. GIGI MAHAL. KUNCI KAMAR NYA."
mama gw cakep-cakep, tetep aje congor nye gede bets. pagi-pagi aje udeh teriak-teriak.
namun, tak mengapa. itung-itung alarm juga buat gw. :)
gw cinta mamak.
:) :*
GW and MAMAK
NEVER END
Hari ini, tulang-tulang ku melemah.
Raga ku pergi bersama nya.
Hari ini, tulang-tulang ku melemah.
Mata ku memar dibuat nya.
Hari ini, tulang-tulang ku melemah.
Aku terjatuh.
Tuhan,
haruskah aku meminum obat kuat ini?
Tuhan,
akankah matahari hadir di antara kelabunya langit ini?
Mungkin hari ini adalah hari kematian ku.
Aku tak melihat matahari di malam hari.
Aku memeluk duri.
Mungkin hari ini adalah hari kematian ku.
Jika
bintang jatuh,
setiap orang akan memanjatkan
permintaannya,
tak demikian dengan ku.
Jika
bintang jatuh,
…
Ini kisah kerinduan ku
kepada nya untuk yang kesekian kalinya.
Rasanya ingin mengoyakkan tulang-tulang dan
kelenjar ini.
Aku tidak menyukai kedatangan nya yang selalu
mendadak.
Datang tak dijemput, pulang tak diantar,
Itu yang dilakukan nya kepada ku.
Anda bisa bayangkan betapa tersentaknya diri
Anda ketika berada dalam keadaan tersebut.
Ini kisah kerinduan ku kepada nya untuk
kesekian kalinya.
Mungkin hanya aku, diri nya, dan Tuhan yang
mampu melukiskan cela-cela hati yang bolong.
Mungkin hanya aku, diri nya, dan Tuhan yang
mampu mengumpulkan kepingan-kepingan hati yang berserakkan.
Entah kapan waktu itu datang,
Datang untuk menyatukan jiwa ku dengan nya.
Aku merindukan roh nya.
Aku merindukan bulu nya.
Aku merindukan segala tentang nya.
Ini kisah kerinduan ku kepada nya untuk
kesekian kalinya.
Rabu, 29 Mei 2013
Tugas Writing -_-"
Practice 1 (Facts versus Opinions) / Page 72
O 1. Smoking is relaxing and, therefore, enjoyable.
O 2. Dr.
Kathleen Parker, a well known cancer specialist, recently admitted in
an interview,“Although I see the
harmful effects of smoking nearly everyday in my work, I still enjoy relaxing with a
cigarette after dinner.”
O 3.
Early in the next decade, more women than men will die of lung cancer,
according to the American Cancer
Society.
O 4.
Smoking is attracting more and more adults.
F 5. According to a recent New York Times article, cigarette smoking is increasing among
adults in their forties as well as among the college educated and those earning more than
$35,000 annually.
F 5. According to a recent New York Times article, cigarette smoking is increasing among
adults in their forties as well as among the college educated and those earning more than
$35,000 annually.
O 6.
Red light runners must take a driver’s education class. Then they will become
safer drivers.
O 7. Red-light runners cause scores of
accidents, including deaths and injuries as well as millions
of dollars in damages.
of dollars in damages.
O 8.
Red-light runners should have their drivers licenses suspended for a period of
time.
F 9.
Nationwide, the number of red-light running accidents increased 18 percent from
1991
through 1995. In 1991, 2,428 deaths resulted and in 1995, the number rose to 2,856.
through 1995. In 1991, 2,428 deaths resulted and in 1995, the number rose to 2,856.
Practice 1 ( Direct Quotations) / Page 85
Add punctuation to the following direct quotations. Change
the capitalization if necessary.
1. Dr. Yixuan Ma, a well-known astrophysicist who
has been studying black holes, said it is one of the most interesting phenomena
we astrophysicist have ever studied.
Answer:
Dr. Yixuan Ma, a well-known astrophysicist
who has been studying black holes said, “It
is one of the most interesting phenomena we astrophysicist
have ever studied.”
2. As she explained in black holes the laws of
nature do not seem to apply.
Answer:
As she explained, “In black holes the laws
of nature do not seem to apply.”
3. A black hole is a tiny point with the mass 25
times the mass of our sun explained Ms’s
associate, Chun-Yi Su. Black holes are created by the death of a very large
star she stated.
Answer:
“A
black hole is a tiny point with the mass 25 times the mass of our sun,” explained Ms’s associate, Chun-Yi Su, “black holes are created by the death
of a very large star she stated.”
4. It is an invisible vacuum cleaner in space she
added with tremendous gravitational pull.
Answer:
“It
is an invisible vacuum cleaner in space,”
she added with tremendous gravitational pull.
5. According to Dr. Su, if a person falls into a
black hole, he will eventually be crushed due to the tremendous gravitational
forces.
Answer:
According to Dr. Su,” If a person falls into a black hole, he will eventually be
crushed due to the tremendous gravitational forces.”
6. Time will slow down for him as he approaches the
event horizon she said and when he reaches the event horizon, time will stand
still for him.
Answer:
“Time
will slow down for him as he approaches the event horizon,” she said, ”and when
he reaches the event horizon, time will stand still for him.”
Practice 2 (Using Statistic) / Page 78
World’s Major Consumers of Primary Energy
According to statistics published by the U.S. Department of Energy, the world’s consumption of primary energy continued to increase in 1994 in quadrillion Btu’s. The three top consumers included the United States, China, and Russia. However, the largest consumer was United States. It used to consume 85.64 quadrillion Btu. Japan consumed 20.7 quadrillion Btu, whereas Germany consumed 13.87 quadrillion Btu. The countries that consumed less than 10 quadrillion Btu included India, United Kingdom, France, and Italy.
According to a USA Today survey, many costumers don’t concern about the amount of debt they have on credit card. The most costumer that doesn’t concern the debt is costumer who are over 60 years old with 81%, whereas 46-60 years-old-costumers are only 62 %. The costumers that overlook less than 50% included the 30-45 years-old-costumers and the under 30 years-old-customers.
Practice 2 (Changing Direct
Quotations to Indirect Quotation) / Page 88
1. Television
channel KSA General Manager Jim Burns said, “Not everyone can attend college in
the traditional way: therefore, taking courses via television will offer many
more students the chance to earn a college degree.”
Answer:
Television
channel KSA General Manager Jim Burns said that not everyone could attend
college in the traditional way: therefore, taking courses via television would
offer many more students the chance to earn a college degree.
2. Pre-med
student Alma Rodrigues said, “ I miss being on campus, but I have to work and
take care of my family.”
Answer:
Pre-med student
Alma Rodrigues said that he miss being on campus, but he had to work and take
care of his family.
3. Other
students said, “Last year, we spent several hours a day commuting to and from
school. Now, we don’t have to do that.”
Answer:
Other student
said that they had spent several hours a day commuting to and from school in
the year before. Then, they didn’t have to do that.
4. Computer
engineering student Amir Mehdizadeh stated, “I can choose when to study and how
to study without pressure. He also said, “I will take two more telecourses in
the fall.”
Answer:
Computer
engineering student Amir Mehdizadeh stated that he could choose when to study
and how to study without pressure and he would take two more telecourses in the
fall.
Senin, 27 Mei 2013
How I miss my Clementine.
Selang beberapa waktu lamanya,
dia tak menampakkan paras nya di hadapan ku. Dia seolah-olah menghilang ditelan
bumi. Mungkin ini yang dinamakan takdir Tuhan.
Seperti pepatah lama mengatakan,
waktu yang mempertemukan seseorang, waktu pula yang memisahkan seseorang. Itu
nyata terjadi dalam hidup ku.
Aku tak mengenal dirinya, begitu
juga dengannya yang tak mengenal ku. Aku melihatnya ketika aku dan dia
menghadiri suatu acara di suatu tempat. Saat itu, aku sedikit terlambat menghadiri
acara itu. Lalu, aku memperkenalkan diri ku. Tentu saja, bukan hanya kepada
dirinya seorang, tetapi untuk para tamu yang lain. Sial, aku belum mengetahui
nama nya sehingga aku memilih untuk diam dalam keramaian.
Hingga pertemuan yang kesekian
kali nya, aku mengetahui nama nya. kami pun memulai percakapan kecil. Dari
percakapan kecil, aku mencoba terus tetap berkomunikasi dengannya. Hari demi
hari, aku bisa memahaminya, tetapi tak sepenuhnya.
Canda tawa cukup mewarnai
pertemuan kami. Aku rasa dia seorang
yang cukup tampan. Sayang, aku tak menemukan sesuatu yang lebih dari dalam
dirinya. Tak ada sesuatu yang ku temukan seperti yang ku temukan pada pria yang
di sana. Oleh karena itu, aku merasa dia lebih asyik menjadi sosok
abang-abang-an.
Minggu, 19 Mei 2013
Ini cerita ku ketika bertemu dengannya.
Mungkin kamu akan berpendapat bahwa aku nampak dekat dengannya. Kamu bukan orang
yang pertama yang berpendapat demikian.
Memang setiap kesempatan bertemu dengannya seolah-olah
seperti angin yang berhembus. Angin terkadang membawa debu yang menyakitkan
mata ketika datang. Namun, terkadang angin
begitu lembut mengalir ke tulang telinga. Begitulah pertemuan aku
dengannya.
Tak selamanya pertemuan kami membuahkan manis untuk aku dan
dia. Ada kalanya aku harus melumat air laut. Perih. Pedih. Ringkih.
Mengapa?
Tak selamanya
pertemuan kami membuahkan manis untuk aku dan dia. Ketika aku dan dia bertemu,
hanya mata kami yang berbicara. Terdiam.
Mengapa?
Tak selamanya
pertemuan kami membuahkan manis untuk aku dan dia. Terkadang, dia ingin
mengucapkan satu kata, tetapi tertatih, terhenti.
Mengapa?
Tak selamanya
pertemuan kami membuahkan manis untuk aku dan dia. Aku dan dia suka tak peduli,
tetapi peduli.
Jadi, aku sangat menikmati sekali bila aku dan dia bisa
benar-benar bertemu. Pertemuan yang sesungguhnya membuat suatu kebahagiaan
tersendiri untuk ku. Karena saat itu lah aku dapat melihat senyum, gigi,
rambut, dan kulitnya yang menyatu seperti hot chocolate Cadbury di pagi hari.
Benar kata Afgan,
“pesona indah wajah mu mampu mengalihkan dunia ku…
… wajah mu mengalihkan dunia
ku”
J J J
Kamis, 09 Mei 2013
WHAT THE HELL IS GOING ON??!!
LET
ME TELL YOU ABOUT MY FUCKING DAY!!!
ON MONDAY, I JUST WENT TO CAMPUS IN THE EVENING FOR ONE
THING, EMS. IT’S VERY ANNOYING, RIGHT??? IT WAS THE LAST MEETING. THE LECTURE
GAVE US THE FINAL ASSIGNMENT THAT WILL BE COLLECTED IN THE FINAL TEST, BUT HE
WANTED TO CHECK OUR TITTLE AND OUTLINE TOMORROW. THEREFORE, I HAD TO MAKE A
TITTLE AND OUTLINE AS SOON AS POSSIBLE. OF COURSE, IT’S NOT EASY. I WASN’T
INTERESTED IN SOME TOPICS WHICH WERE GIVEN BY HIM. THEN, I TURNED ON MY LAPTOP
AND SEARCHED SOME IDEAS FOR MY ESSAY. NOTHING . EVERYTHING WAS SO GRAY. I ASKED
MY FRIEND, LENDY TO GIVE ME UP-TO-DATE NEWS. I STILL GOT NOTHING. I SLEPT. I
BELIEVED THAT SLEEP WAS THE ANSWER TO MY PRAY AT THE TIME.
NEXT MORNING, I WOKE UP AND WASHED MY FACE. I WENT TO
PARK. I TOOK A BREATHE AND DID STRETCHING FOR A FEW TIME. HUFT. I THOUGHT, TODAY IS BEAUTIFUL DAY WHERE
THE BIRDS SANG AND THE GRANDMOTHER AND GRANDFATHER WALKED AROUND THE PARK AND
IT WOULD BE THE MOST BEAUTIFUL DAY IF THERE WASN’T THE ASSIGNMENT. HUFT. IN THE AFTERNOON, I HAD TRANSLATION CLASS, BUT
THE LECTURE WAS ABSENT. SHE HAD A MEETING, SO SHE JUST LEAVE THE EXERCISE.
THEN, IN THE WRITING CLASS, THE LECTURE WAS ABSENT TOO. SHE FORGOT THAT SHE HAD
THE CLASS TODAY AND ASKED THE CLASS TO ATTEND IN THE NEXT FRIDAY. THE LAST WAS
EMS CLASS. WE MIGHT COLLECT THE TITTLE
ANT THE OUTLINE. I WAITED FOR AN HOUR, BUT THE LECTURE DIDN’T COME. I ASKED THE
EMPLOYEES ABOUT HIM, THEY DIDN’T KNOW. I ASKED THE OTHER LECTURE, HE JUST SAID
THAT THE LECTURE STILL HAD A MEETING AND ALWAYS HAS A MEETING. OF COURSE, IT
DIDN’T HELP ME. THEREFORE, WE JUST COLLECTED THE TASK AND WENT HOME.
ON WEDNESDAY, I BEGAN THE TRANSLATION CLASS AT 12.40. I
GOT A CHANCE TO GO TO THE BOARD. WELL, IT’S QUITE FUNNY. SHE LAUGHED, SO DID
WE. THANKS GOD. THERE WAS A MOMENT THAT WILL BE SWEET MEMORY WITH HER. NEXT, WE
HAD TO WAIT ABOUT NINETY MINUTES FOR GID CLASS. WHEN THE TIME CAME, WE ENTERED
THE CLASS. THE LECTURE HAD A MEETING. SHE JUST GAVE US THE ABSENCE AND THE
TASK. THEN, I THOUGHT THAT IT’S BETTER GO HOME. SO, AFTER CHECKING THE ABSENCE,
WE WENT HOME.
NEXT DAY WAS MY FREE DAY. I HAD NO CLASS. I JUST STAYED
IN HOME AND WENT TO COURSE AT EVENING.
ON FRIDAY, I CAME INTO WRITING CLASS, BUT THERE’S NOT
LECTURE. THERE’S ONLY TASK, TASK, AND TASK. THE NEXT CLASS,PROSE, THE LECTURE
CAME. THANKS GOD. SHE EXPLAINED ABOUT THE LONG LAST TOPIC. IN THE END, AS
USUAL, SHE GAVE US THE TEXT, NOVEL, JASMINE WHICH IS ANALYSED FOR NEXT WEEK.
IT’S BETTER. THE LAST CLASS IS GID. AGAIN, THERE’S NO CLASS. THE LECTURE WAS
TIRED. SHE ASKED TO MAKE-UP-CLASS ON TUESDAY. THUS, WE MIGHT GO HOME.
I THINK THAT THIS WEEKEND WAS NOT QUALITY DAY.
I DIDN’T DO MY BEST. I LOST MY TIME.
I THINK GOD CAN EXPLAIN. -_-
Rabu, 01 Mei 2013
:)
mungkin postingan ini terasa menjijikkan, tetapi saya hanya ingin berbagi, berbagi cerita.
mencoba menuangkan isi hati lewat kata-kata yang terangkai menjadi sebuah klausa, kalimat, dan paragrap.
Hari ini begitu berbeda.
Saya memulai perkuliahan ketika awan menderang. Seperti biasa, saya dijemput pak sopir metro mini 47. melirik jam tangan yang menunjukkan pukul 12.30. Saya percepat derap langkah nuju gedung tercinta, gedung O. Berharap dosen belum datang. Syukurlah...
Dosen pun tiba. Dia memanggil nama saya, Tio.
"Tio, go to the board. Write the English and Indonesia"she asked.
WOW... seperti menang lotre!!! Saya mendapat giliran untuk mengartikan suatu kalimat ke depan kelas. Ini sungguh di luar perkiraan saya. Namun, inilah kenyataan hidup, tak mungkin saya menghindar atau pun menolaknya.
Saya melaksanakan perintahnya.
Beberapa menit kemudian...
"okay. read the English and Indonesia,"she told.
"When Nasreddin was a boy...,"I said.
20 menit berlalu untuk membahas kalimat saya. Kemudian membahas kalimat kedua milik teman saya.
Singkat cerita, kami membahas kalimat ketiga dimana memperdebatkan kata "tergelincir" dan "merosot".
"memangnya tergelincir bisa buat benda?,"dia bertanya.
"tidak,mam. di sini contohnya, dia tergelincir." jawab teman saya.
"well, dia nya siapa? human, right? Nah, kalau merosot? apa yang merosot?", kata nya.
dengan spontan dan polosnya saya menjawab CELANA.
WKWKWKKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWK10000000000x
Penghuni kelas terawa terbahak-bahak tanpa kecuali.
Saya semakin tertawa karena meliha dosen saya yang ikut tertawa. Saya tertawa geli ketika melihat gaya tertawa dosen saya. Dia tertawa terbahak-bahak, tetapi tak bersuara, muka memerah, dan menutup mulut nya. gaya ngakaknya lucu banget. rasa nya bahagia banget bisa melihat dosen tertawa lepas seperti itu dimana notabene nya dia dosen yang galak.
Bahagia itu sederhana, melihat dosen saya ngakak. :)
Di kala senja menyapa, perkuliahan tetap berjalan. Saya menunggu,menunggu,dan menunggu. Ketika waktu itu tiba, saya memasuki kelas. Namun, apa yang saya dapati? Saya bertemu dengan dosen saya yang tidak dapat hadir dalam kelas, tetapi memberikan beberapa tugas untuk kelas saya. Waktu itu, saya berada di ruang dosen. Ketika dosen saya menandai halamannya, saya melihat salah satu dosen pria saya.
"Hai,Pak... Apa kabar?"ucap saya.
Entah mengapa setiap bertemu dengannya, mulut ini tak mungkin tak berkicau. seperti ada yang menganjal bila tak memberikan sepatah dua patah kepada nya.
Dia tersenyum.
Aduuuhhh..... rasa nya seperti terbang ke langit tujuh dan pulang membawa matahari beserta bulan bintang. Indah banget!!! Hati terasa sejuk tentram banget ketika dia tersenyum. Senyumnya melebihi jawaban dari pertanyaan saya.
Bahagia itu sederhana, melihat dosen saya yang sempat ngambek, tetapi bisa tersenyum kembali. :)
WHAT A MARVELOUS DAY!!! Bahagia itu sederhana... :)
x
mencoba menuangkan isi hati lewat kata-kata yang terangkai menjadi sebuah klausa, kalimat, dan paragrap.
Hari ini begitu berbeda.
Saya memulai perkuliahan ketika awan menderang. Seperti biasa, saya dijemput pak sopir metro mini 47. melirik jam tangan yang menunjukkan pukul 12.30. Saya percepat derap langkah nuju gedung tercinta, gedung O. Berharap dosen belum datang. Syukurlah...
Dosen pun tiba. Dia memanggil nama saya, Tio.
"Tio, go to the board. Write the English and Indonesia"she asked.
WOW... seperti menang lotre!!! Saya mendapat giliran untuk mengartikan suatu kalimat ke depan kelas. Ini sungguh di luar perkiraan saya. Namun, inilah kenyataan hidup, tak mungkin saya menghindar atau pun menolaknya.
Saya melaksanakan perintahnya.
Beberapa menit kemudian...
"okay. read the English and Indonesia,"she told.
"When Nasreddin was a boy...,"I said.
20 menit berlalu untuk membahas kalimat saya. Kemudian membahas kalimat kedua milik teman saya.
Singkat cerita, kami membahas kalimat ketiga dimana memperdebatkan kata "tergelincir" dan "merosot".
"memangnya tergelincir bisa buat benda?,"dia bertanya.
"tidak,mam. di sini contohnya, dia tergelincir." jawab teman saya.
"well, dia nya siapa? human, right? Nah, kalau merosot? apa yang merosot?", kata nya.
dengan spontan dan polosnya saya menjawab CELANA.
WKWKWKKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWK10000000000x
Penghuni kelas terawa terbahak-bahak tanpa kecuali.
Saya semakin tertawa karena meliha dosen saya yang ikut tertawa. Saya tertawa geli ketika melihat gaya tertawa dosen saya. Dia tertawa terbahak-bahak, tetapi tak bersuara, muka memerah, dan menutup mulut nya. gaya ngakaknya lucu banget. rasa nya bahagia banget bisa melihat dosen tertawa lepas seperti itu dimana notabene nya dia dosen yang galak.
Bahagia itu sederhana, melihat dosen saya ngakak. :)
Di kala senja menyapa, perkuliahan tetap berjalan. Saya menunggu,menunggu,dan menunggu. Ketika waktu itu tiba, saya memasuki kelas. Namun, apa yang saya dapati? Saya bertemu dengan dosen saya yang tidak dapat hadir dalam kelas, tetapi memberikan beberapa tugas untuk kelas saya. Waktu itu, saya berada di ruang dosen. Ketika dosen saya menandai halamannya, saya melihat salah satu dosen pria saya.
"Hai,Pak... Apa kabar?"ucap saya.
Entah mengapa setiap bertemu dengannya, mulut ini tak mungkin tak berkicau. seperti ada yang menganjal bila tak memberikan sepatah dua patah kepada nya.
Dia tersenyum.
Aduuuhhh..... rasa nya seperti terbang ke langit tujuh dan pulang membawa matahari beserta bulan bintang. Indah banget!!! Hati terasa sejuk tentram banget ketika dia tersenyum. Senyumnya melebihi jawaban dari pertanyaan saya.
Bahagia itu sederhana, melihat dosen saya yang sempat ngambek, tetapi bisa tersenyum kembali. :)
WHAT A MARVELOUS DAY!!! Bahagia itu sederhana... :)
x
Langganan:
Postingan (Atom)




